Distro Linux karya anak bangsa


Distro Linux adalah sebutan untuk sistem operasi yang di bangun kernel Linux dan koleksi perangkat lunak dari sistem manajemen paket, ciri khususnya adalah Untilitas GNU.

Pada kesempatan ini saya akan membagikan sedikit artikel yang berkaitan dengan distro Linux. Namun saya akan membahas sedikit beda dengan biasanya karena distro ini di rancang dan di kembangkan oleh anak bangsa, Anak bangsa ? ya anak bangsa berikut ini adalah sedikit dari beberapa distro yang di buat oleh anak bangsa contohnya sebagai berikut:

1.IGOS Nusantara

IGOS Nusantara adalah apikasi desktop yang merupakan distro Linux yang berbasis Fedora Core 5, yang di rancang khusus untuk desktop, dan sangat cocok di gunakan untuk perorangan, bisnis dan industri dengan kemampuan yang handal sebagai solusi desktop. Dengan kemampuan yang di miliki untuk mengedit dokumen database, spreadsheet dan email.

Dilangsir oleh kementrian Negara Riset dan Teknologi, IGOS di kembangkan oleh pusat informatika LIPI Bandung bersama komunitas OOS, untuk memberikan aplikasi desktop yang bebas tanpa pungutan yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat indonesia.

2.BLANKON

BlankOn adalah sebuah distribusi Linux berbasis Debian yang di kembangkan oleh tim pengembang BlankOn Indonesia dengan dukungan dari Yayasan Pergerakan Linux indonesia.

Tujuan pengembangan distro Linux BlankOn adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di indonesia yang di khusus kan untuk dunia pendidikan, perkantoran. BlankOn di kembangkan dengan dukungan multimedia seperti MP3, VCD dan DVD. BlankOn di desain dengan tampilan grafis dan tema yang menampilkan ciri khas indonesia sekali.

Mengapa dimanakan BlankOn karena nama ini di ambil dari nama tutup kepala khas beberapa suku/budaya di indonesia yang di sebut dengan nama Blankon. BlankOn sendiri rilis versi pertamanya versi 1.0 dengan kode nama Bianglala pada 10 Febuary 2005.

3.DRACOS LINUX

Dracos adalah sebuah sistem operasi Linux yang bersifat open source yang di bangun berdasarkan Linux From The Scratch. Dracos sendiri berada di bawah perlindungan GNU General Republic License v3.0. Sistem operasi ini merupakan salah satu varian distro Linux, yang di gunakan untuk melakukan pengujian security. Dracos di bekali oleh ratusan tools pentest, forensics dan reverse engineer. Dracos tidak menggunakan tools berbasis GUI dan hanya memliki perangkat lunak yang menggunakan CLI( Command Line Interface) yang di gunakan untuk melakukan operasinya.

Pencetus Dracos yaitu Zico Ekel dia juga yang membuat komunitas Indonesia Bastrack Team yang sudah berjalan 5 tahun.

4.TEA LINUX

Tea Linux adalah sebuah distribusi sistem operasi Linux yang berbasis GUI yang di kembangkan oleh Dinus Open Source Community (DOSCOM) dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Sistem operasi ini merupakan hasil modifikasi dari sistem operasi Linux varian Xubuntu yang di tunjukan untuk keperluan pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Walaupun begitu pengguna dapat menggunakan sisitem operasi ini untuk keperluan lain.

Nama "TeaLinux" memiliki filosifi "nikmatnya sebuah racikan" yang bermakna harapan agar sistem ini dapat di kembangkan secara bersama sama untuk menghasilkan sebuah perangkat pemrograman untuk dunia pendidikan teknologi informasi di Indonesia.

5.DESAOS

DesaOs merupakan sebuah sistem operasi komputer berbasis open source yang di kembangkan untuk mendukung penerapan teknologi informasi di wilayah pedesaan. DesaOs mampu berjalan pada koputer dengan spesifikasi rendah. Dalam pengembanganya Developer Gedhe Foundation melibatkan masyarakat desa dalam perumusan konsep, uji coba, maupun pemaketan aplikasi pendukung.

Sistem operasi yang di tunjukan untuk desa ini telah di lengkapi dengan aplikasi Sistem Informasi Desa (Sidesa2.0) dan aplikasi SiKomAr. kedua aplikasi tersebut tersedia dalam paket sekali instal DesaOs.

Pada acara konfersi Video dengan Mentri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo), Rusdiantara, di gunakan lah sistem operasi DesaOs sebagai piranti pendukung komputer. Sistem Operasi ini mampu mendukung komunikasi jarak jauh yang di lakukan antara Menkominfo dengan sejumlah desa di pelosok tanah air.

Cukup sekian artikel tentang Distro Linux karya anak bangsa .Apabila informasi yang saya sampaikan bermanfaat jangan lupa tinggalkan jejak dengan menuliskan komentar di kolom bawah ini.

 
Dedy Priyanto Freelancer

1 Komentar untuk "Distro Linux karya anak bangsa"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel